Home Kesehatan 5 Cara Membasmi Bakteri Salmonella Typhi dengan Obat Tipes

5 Cara Membasmi Bakteri Salmonella Typhi dengan Obat Tipes

SHARE

Cara Membasmi Bakteri Salmonella Typhi dengan Obat Tipes – Demam, diare, muntah, mimisan, penurunan nafsu makan, sakit kepala dan kelelahan dengan intensitas yang parah menjadi ciri Anda menderita demam tifoid atau tipes yang diakibatkan kontaminasi bakteri Salmonella typhi.

Lalu, apa obat yang efektif membunuh bakteri penyebab tipes ini? ayo simak 5 Cara Membasmi Bakteri Salmonella Typhi dengan Obat Tipes

Ketika tubuh tiba-tiba merasa demam, sakit perut, sakit kepala dan kelelahan dengan intensitas yang parah, kemungkinan besar Anda akan bingung apakah sedang terserang DBD atau tipus.

Kemudian muncul gejala lainnya yang lebih parah seperti, diare, muntah, mimisan atau keluar darah pada feses, penurunan nafsu makan, pembengkakan pada hati, menggigil, hingga halusinasi, ada baiknya Anda segera menyiapkan obat tipes di rumah.

Ya, gejala di atas memang kerap timbul jika Anda terkena demam tifoid atau tipes akibat kontaminasi bakteri Salmonella typhi pada makanan dan minuman yang dikonsumsi. Gejala tipes biasanya akan hilang kurang dari 4 minggu jika melalui pengobatan yang tepat.

Lalu, seperti apa obat tipes yang efektif dalam membunuh bakteri Salmonella typhii?

Pada dasarnya, pemberian antibiotik merupakan pengobatan bagi penderita tipes yang paling efektif karena terbukti dapat membunuh bakteri Salmonella typhi. Antibiotik dapat diberikan antara 7-14 hari selama pengobatan.

Meskipun kondisi penderita terus membaik dalam 3 hari, tetap berikan antibiotik untuk memastikan bakteri penyebab tipes ini benar-benar mati. Karena dalam kasus tertentu, bakteri Salmonella typhi dapat hidup bertahun-tahun dan menyebabkan penyakit datang kembali.

Sebagian besar obat tipes antibiotik harus menggunakan resep dokter, dan ikuti saran dan anjuran dosis yang ditentukan, termasuk memastikan mengonsumsi obat hingga benar-benar habis.

Sejumlah antibiotik yang dapat digunakan sebagai obat tipes, di antaranya:

Amoxicillin

Amoxicillin termasuk kategori antibiotik bersifat penicillin yang efektif menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Obat tipes ini menjadi salah satu jenis antibiotik yang paling banyak digunakan untuk mengobati tipes, karena cepat diserap usus dan memiliki tingkat kambuh berkisar 4-8% saja.

Pasien bisa mendapatkan amoxicillin baik secara injeksi maupun diminum langsung dengan bentuk tablet. Namun perlu diingat, amoxicillin hanya menyembuhkan infeksi yang disebabkan bakteri bukan virus, ya.

Cefotaxime

Antibiotik ini lebih efektif dalam melawan bakteri gram negatif seperti Salmonella typhi dan jenis Salmonella lainnya. Penggunaan antibiotik ini diberikan kepada pasien melalui injeksi langsung ke dalam otot atau pembuluh darah sesuai petunjuk dokter.

Chloramphenicol

Antibiotik ini termasuk populer karena bersifat bakteriostatik dan bakterisid yang efektif menghambat sintesis protein dan menekan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit tipes. Penggunaan Chloramphenicol terbukti memberikan tingkat kesembuhan hingga 90% dengan potensi kambuh hanya 4% bagi para penderitanya.

Penggunaan antibiotik ini tidak disarankan jika dikonsumsi berbarengan dengan antibiotik lainnya, karena berpotensi menimbulkan efek resistensi obat yang di kemudian hari.

Cotrimoxazole

Obat ini merupakan kombinasi dari antibiotik Sulfamethoxazole yang bersifat bakteriostatik dan Trimethoprim yang berfungsi sebagai bakterisida. Kombinasi antara beberapa antibiotik ini bekerja dengan cara menghambat sintesis asam dihidrofolat yang  mampu mencegah dan menghambat pertumbuhan bakteri.

Antibiotik ini terbukti ampuh bagi penderita tipes karena dapat meredakan dan menyembuhkan berbagai infeksi lainnya, seperti infeksi saluran kemih dan infeksi pernapasan, dan pneumonia. Untuk hasil yang maksimal, minum obat ini selalu di waktu yang sama setiap hari.

Ciprofloxacin

Antibiotik golongan Quinolone ini bekerja efektif dalam mencegah dan menghentikan pertumbuhan bakteri, seperti Pseudomonas, Streptococcus, MRSA, Staphylococcus epidermidis, dan tentunya Salmonella typhi penyebab penyakit tipes.

Antibiotik ini bekerja dengan cara menghambat enzim yang membentuk DNA sel pada bakteri, seperti topoisomerase type II (DNA Gyrase) dan topoisomerase IV.

Perlu diingat kalau tipes merupakan penyakit berbahaya yang sebaiknya ditangani langsung oleh dokter di rumah sakit, agar pasien bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut jika kondisi semakin parah. Semoga bermanfaat!

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here